Pages

Thursday, June 2, 2011

Wahai Guru: "Waktunya Koreksi"

 "Jangan menjadi guru jika Anda tidak suka mengoreksi pekerjaan siswa". Menjadi guru tidak hanya cukup dengan mengajar saja, masuk kelas, menjelaskan materi dan selesai. Menjadi guru juga harus siap dengan membuat soal, memeriksa pekerjaan siswa, dan memberi nilai. Setelah ini guru juga harus memasukkan nilai ke file nilai untuk dibuat rapor.

Guru disibukkan pekerjaan koreksi biasanya pada akhir-akhir mid/semester atau setelah ujian berakhir. Koreksi 20 kelas (1 kelas = 35 siswa) menjadi rutinitas yang harus dijalani, bahkan lembur jika perlu.Ini yang saya lakukan malam ini. Menyelesaikan koreksi siswa, setelah 2 hari yang lalu, siswa menjalani ujian TIK. 
Menjadi guru harus siap dengan kondisi tulisan siswa, kadang gak jelas, gak menjawab soal, atau jawaban panjang tapi tidak ada intinya. Guru harus siap memberi nilai, bagaimanapun hasil pekerjaan siswa. Nilai bagus, cukup dan jelek merupakan bagian dari dinamika. Lebih dari itu, guru juga harus siap dengan protes dari siswa, jika siswa ada yang merasa hasil pekerjaannya disalahkan atau siswa merasa tidak puas dengan hasil koreksi guru.

Mari koreksi ... wahai guru !

No comments:

Post a Comment